Skip to main content

Amarillo Village dari Paramount Land dengan konsep Custom homes

Paramount Land kembali menggagas proyek baru dengan konsep compact dan custom homes di Amarillo Village, Gading Serpong. Ini adalah proyek rumah dengan desain yang dapat dipilih sesuai selera dan kebutuhan pribadi konsumennya.

Direktur Paramount Land, Aryo Tri Ananto, menjelaskan Amarillo Village merupakan hunian yang membebaskan konsumen untuk merancang sendiri rumah sesuai keinginan dan kebutuhannya.

Pihaknya menawarkan bermacam pilihan rancangan rumah dan desainnya.
"Nanti didesain dengan tata letak ruang yang efisien dan lingkungan yang sehat," ujar Aryo, Kamis (30/7/2015).

Proyek hunian tersebut menawarkan tiga alternatif desain yaitu france, modern, dan
classic. Tiga desain tersebut termasuk tiga paket spesifikasi finishing, yaitu bare, standard dan
deluxe yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan tipe terdiri dari L5 (lebar 5m) dan L4 (lebar 4m), Paramount menawarkan harga hunian tersebut mulai Rp 600 jutaan sampai Rp 700 jutaan per unit.
"Ini kami kembangkan sampai dengan 1.300 unit dan untuk tahap awalnya kami kembangkan kurang lebih 300 unit senilai Rp 200 miliar," ujar Aryo.

Pada kesempatan sama Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, mengatakan jika berdasarkan data World Economic Forum, jumlah kelas menengah Indonesia yang saat ini mencapai 45 juta diprediksi akan meningkat 7 juta per tahunnya. Hal tersebut akan menstimulasi perkembangan bisnis properti.

"Ini yang menjadi target market kami sebagai end user . Saat ini, di tengah perlambatan ekonomi, strategi yang kami lakukan adalah terus berinovasi menghadirkan produk yang unik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daya beli konsumen," ujar Ervan.

Selain itu, adanya kebijakan pemerintah yang menurunkan uang muka (down payment) kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi 20 persen dari sebelumnya 30 persen, akan semakin mempermudah konsumen untuk membeli rumah.

Apalagi, dia mengatakan, saat ini Gading Serpong merupakan salah satu perkotaan yang berkembang dengan sangat pesat dan merupakan sebuah new economic hub strategis di tengah pengembangan properti oleh pengembang-pengembang besar seperti Lippo Karawaci, BSD, Alam Sutera dan Puri Indah.

"Sudah banyak akses seperti akses langsung dari tol Jakarta-Merak dan tol JORR, Gading Serpong juga dilengkapi banyak fasilitas mulai rumah sakit, hotel, sampai pertokoan lainnya, bahkan sekolah dan kampus bertaraf internasional sudah ada di sini," tambahnya.

Sumber: kompas

Comments

Popular posts from this blog

Angka Kelahiran tinggi, Mau dimana lagi kita tinggal ?

S ebagai warga negara Indonesia, yang hidup dan  berdomisili di Jakarta. Kita harus ikut prihatin bagaimana nanti masyarakat umum mau tinggal dengan layak? Baru-baru ini warga Pinangsia melakukan demo kepada Ahok Gubernur DKI karena terkena penggusuran rumah mereka di tepi bantaran kali. Karena penduduk tersebut telah menempati lahan luas di atas tanah negara. Dengan alasan lokasi dekat dengan tempat usaha, bekerja atau jarak sekolah anak lebih dekat , warga pun melakukan protes kepada Ahok akan penggusuran ini. Kita bisa melihat ke masa lalu, latar belakang ekonomi telah membuat masyarakat berbondong-bondong menuju ke kota sebagai tempat harapan mencari nafkah yang lebih baik. Namun kedatangan mereka tidak dibarengi dengan kualitas hidup yang layak, bersih dan sehat. Bahkan di kawasan kumuh dan sempit itu, angka kelahiran semakin tinggi. Kita terkadang melihat bahwa dalam 1 rumah terdiri dari 1-3 Kepala Keluarga, udara yang lembab, bau, dan air bersih semakin langka, ...

Tips: Bagaimana cara agar KPR kita bisa disetujui Bank?

Suatu hari Ibu Niken gusar karena sudah 3 kali mengajukan kredit ke Bank untuk membeli rumahnya hasilnya selalu gagal. Padahal ibu usia 27 tahun ini memiliki suami dengan usaha toko  kelontong dengan pelanggan yang lumayan banyak. Beberapa waktu kemudian, tetangganya yang sudah berhasil mendapat KPR nya bertanya pada mereka : apakah ibu dan suami sudah membuat laporan keuangan tertulis dengan rapi  dan menyimpan uang hasil transaksi nya di Bank? Dengan rasa terkejut ibu Niken, berkilah bahwa mereka hampir tidak pernah menyimpan uang di Bank hasil penjualan atau modal, karena biasanya untuk ke Bank misalnya menyetor harus lama mengantri sementara waktu mereka sudah habis untuk melayani pelanggan dan mengurus anak-anak. Bagi Anda pemula dalam pengajuan KPR di Bank terutama pengusaha, perlu memiliki kebiasaan menabung dan transaksi di Bank, sehingga Bank akan mudah melihat perputaran uang Anda selama usaha berlangsung, selain pinjaman bisa diagunkan seperti rumah, namun...